KHABAR SUKA AGUNG BAGI PARA

PENCARI KEBENARAN

(Selebaran yang diterbitkan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebelum Konferensi Agama-agama di Lahore)

Di dalam Konferensi Agama-agama Besar[1]  yang akan di-selenggarakan pada tanggal 26, 27, dan 28 Desember 1896 ber-tempat di Balaikota Lahore, artikel hamba ini yang berkenaan dengan kelebihan serta mukjizat Alquran Suci akan dibacakan.

Artikel ini akan merupakan artikel yang di luar kemampuan manusia dan merupakan salah satu di antara Tanda-tanda Ilahi dan telah ditulis berdasarkan dukungan khusus dari-Nya. Di dalamnya terkandung rahasia serta makrifat-makrifat Alquran Suci, yang dengan perantaraan itu akan tampak dengan jelas -- laksana matahari yang terang benderang -- bahwa Alquran benar-benar Kalam Ilahi dan Kitab Tuhan semesta alam.

Dan barangsiapa akan mendengarkan artikel ini dari awal sampai akhir, yang meliputi jawaban atas 5 permasalahan, saya yakin, di dalam dirinya akan timbul suatu keimanan baru dan di dalam dirinya akan bangkit memancar suatu nur baru. Ia akan mendapatkan tafsir yang padat lagi luas tentang Kitab Suci Allah Taala.

Ceramah saya ini suci dari unsur-unsur kesia-siaan manusia dan dari bualan. Yang mendorong saya menulis surat selebaran ini ialah semata-mata karena solidaritas kepada sesama manusia, supaya mereka dapat menyaksikan kebagusan serta keindahan Alquran Suci serta dapat melihat betapa aniayanya lawan-lawan kami dalam mencintai kegelapan dan membenci cahaya.

Allah Yang Maha Mengetahui telah memberi khabar kepada saya dengan perantaraan ilham bahwa artikel inilah yang akan unggul atas semua artikel lainnya. Di dalamnya terdapat cahaya kebenaran, hikmah dan makrifat. Golongan-golongan lain, bila hadir dalam konferensi itu, mendengarkannya dari awal hingga akhir, akan menjadi malu. Dan mereka sama-sekali tidak akan sanggup memperlihatkan kelebihan-kelebihan semacam ini dari kitab-kitab mereka, baik yang beragama Kristen, atau Sanathan Dharm maupun yang lainnya. Sebab, Allah Taala telah meng-hendaki agar pada hari itu zahir manifestasi Kitab Suci-Nya.

Berkenaan dengan itu, di dalam alam kasyaf saya melihat suatu tangan secara ghaib menyentuh tempat kediaman saya. Akibat sentuhan tangan tersebut, dari tempat kediaman itu muncul cahaya yang berbinar-binar dan menyebar ke sekeliling dan sinar-nya juga menerpa tangan saya. Lalu, seseorang yang berdiri di samping saya berseru dengan suara yang membahana:

[Allah Mahabesar, binasalah sudah Khaibar.]

Ada pun ta’birnya ialah, yang dimaksud dengan tempat kediaman adalah hati saya, yang menjadi tempat turun dan hinggapnya nur. Dan nur itu adalah makrifat-makrifat Quraniah. Sedangkan yang dimaksud dengan Khaibar adalah semua agama rusak yang telah dicampuri syirik dan kebatilan, yang menempat-kan seorang manusia pada kedudukan Tuhan atau menjatuhkan sifat-sifat Tuhan dari kedudukan-kedudukan-Nya yang kamil.

Jadi, kepada saya telah diperlihatkan, setelah artikel saya ter-siar luas, akan terbukalah tirai kedustaan agama-agama palsu, lalu hari demi hari kebenaran Alquran akan tersebar luas ke seluruh permukaan bumi, hingga akhirnya mencapai tujuannya.

Kemudian dari kondisi kasyaf itu saya dialihkan pada ilham, lalu turunlah ilham kepada saya:

Yakni, “Allah beserta engkau. Allah berdiri dimana engkau berdiri.” Ini merupakan ungkapan dukungan Ilahi.

Sekarang saya tidak bermaksud menulis lebih banyak. Saya beritahukan kepada tiap-tiap orang supaya meluangkan waktu untuk berkunjung ke Lahore pada waktu konferensi tersebut diselenggarakan, guna mendengarkan makrifat-makrifat yang akan memberi faedah kepada akal serta keimanan mereka diluar dugaan mereka sendiri. Keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk.

Yang lemah,

Mirza Ghulam Ahmad

Qadian, 21 Desember 1896



*) Swami Shugan Chandra Sahib, di dalam selebarannya mengundang para tokoh dari kalangan Muslim, Kristen, dan Ariya, supaya mereka memaparkan keindahan-keindahan agama mereka masing-masing di dalam konferensi tersebut. Kami memberitahukan kepada Swami Sahib, “Untuk menghormati undangan itu kami telah siap untuk memenuhi keinginan anda. Dan insya Allah artikel kami akan dibacakan di dalam konferensi anda. Islam adalah suatu agama yang membimbing orang Islam sejati agar taat sepenuhnya apabila dia diimbau untuk melakukan sesuatu atas nama Allah. Namun kini kita akan melihat, sejauh mana saudara-saudara anda dari kalangan Ariya dan para pendeta Kristen menaruh hormat kepada Parmeshwar (Tuhan) atau kepada Jesus; dan apakah mereka siap atau tidak untuk hadir di dalam konferensi yang diselenggarakan dengan nama Sang Qudus Yang Maha Agung ini?” (Catatan Kaki Selebaran Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s.).