SYARAT-SYARAT BAIAT
DALAM JEMAAT AHMADIYAH
Oleh: HAZRAT IMAM MAHDI,
MASIH MAUUD A.S
Orang yang baiat berjanji
dengan hati yang jujur bahwa :
- Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam
kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
- Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala
corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq,
kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak
akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
- Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu
semata-mata karena mengikuti perintah Allah Taala dan Rasul-Nya, dan
dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim
salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Rasulullah s.a.w dan memohon ampun
dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada
nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan
menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.
- Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang
tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya
karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan
cara apa pun juga.
- Akan tetap setia terhadap Allah Taala
baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat
atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Taala. Dan senantiasa
akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak
akan memalingkan mukanya dari Allah Taala ketika ditimpa suatu musibah,
bahkan akan terus melangkah ke muka.
- Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari
menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Quran
Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman
baginya dalam tiap langkahnya.
- Meninggalkan takabur, sombong; akan hidup dengan
merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan-santun.
- Akan menghargai agama, kehormatan agama dan
mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hatanya, anak-ananknya, dan dari
segala yang dicintainya.
- Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap
makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada
umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Taala
kepadanya.
- Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba
ini "Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mauud" semata-mata karena
Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan
berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan
perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan
ataupun ikatan kerja.
Diterjemahkan dari "ISYTIHAR TAKMIL TABLIGH"